Pasar Uang akan Terlihat Sideways Minggu ini

Pasar Uang akan Terlihat Sideways Minggu ini

Pasar Uang akan terlihat sideways dalam minggu ini, karena menanti Kebijakan Moneter The Fed. Para pelaku pasar mengharapkan pemotongan suku bunga 25 bps, sehingga suku bunga acuan, dapat turun kembali menjadi 1,75% dari 2,00%. Jika ini terjadi maka The Fed telah melakukan pembalikan kebijakan moneternya dari 4 kali kenaikan suku bunga ditahun 2018 menjadi 3 kali penurunan suku bunga ditahun 2019.

Sejak berkobarnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China ditahun 2018, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat terus menurun dari 3,5 % menjadi 2% dan diprediksi akan terus menurun menjadi 1,6% pada kuartal ke 3 pada tahun ini.

Fokus para pelaku pasar saat ini tentu akan lebih tertuju pada kebijakan The Fed pada tanggal 31 Oktober dini hari dan tentunya pada konferensi press yang akan dirilis oleh ketua The Fed Jerome Powell 30 menit setelah pernyataan suku bunga acuan diumumkan. Pernyataan Powell akan menjadi sangat penting mengingat masih ada 1 kali lagi rapat The Fed ditahun ini yaitu pada tanggal 10 Desember 2019.

Gempa geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat yang saat ini terjadi, tentunya membuat para pelaku pasar akan lebih hati hati dalam menempatkan permodalan mereka kedalan instrument keuangan yang ada. Persetujuan beberapa paragraph atas perjanjian “ Tahap Pertama” dalam perang dagang Amerika Serikat – China memang menurunkan suhu konflik dagang kedua negara, tetapi belum dapat menurunkan tariff milliaran US Dollar yang diberlakukan.

China masih meminta Amerika Serikat menghapuskan tariff yang diberlakukan dan yang akan diberlakukan kedepannya, sementara Amerika Serikat masih menuntut China untuk tidak melakukan subsidi terhadap sector industrinya, menghentikan pencurian kekayaan intelektual serta menghentikan transfer teknologi paksa terhadap perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di China.

Perjalanan perdamaian perang dagang Amerika Serikat – China masih jauh dan saat ini masih dalam tahap persetujuan tahap pertama dan belum ditanda tangani oleh kedua Presiden, dimana rencananya akan di lakukan tanda tangan pada bulan depan.

Ketidakpastian serta sedikit perbaikan data ekonomi Amerika Serikat membuat harga emas dunia akan terlihat sideways pada hari ini, dimana range pergerakannya berada diantara level harga $1496 - $1520/ troyounce.

Trading Plan :

Buy Limit  1496 dengan target 1520

Buy Stop 1506 dengan target 1520

Gold Timeframe Daily

gold 28 okt.png

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Menyerupai

Berita terbaru

USDCAD Masih Dalam Kekuatan Bullish

Pergerakan pasangan mata uang USDCAD masih bergerak naik pada pekan ini, hal ini disebabkan oleh melemahnya mata uang dollar Kanada yang tertekan akibat imbas dari jatuhnya harga minyak dunia…

cad
AUDUSD Masih Diselimuti Sinyal Bearish

Pergerakan pasangan mata uang Australia Dollar kembali mengalami tekanan turun yang cukup kuat dari mata uang US Dollar, melemahnya pasangan mata uang AUDUSD kembali disebabkan oleh faktor eksternal yakni permasalahan perang dagang antara Amerika dan…

aud

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera