Kesepakatan Dagang Amerika – China Terancam

Kesepakatan Dagang Amerika – China Terancam

Pertemuan tingkat menengah antara delegasi Amerika – China akan digelar besok hari di Washington DC, untuk membicarakan kesepakatan dagang kedua negara yang tidak pernah selesai selama hampir 2 tahun terakhir. Akhir akhir ini masalah politik kedua negara mulai memanas dan tentunya mengancam terjadinya kesepakatan dagang yang sedang dirumuskan guna mengakhiri perang dagang kedua negara super power tersebut.

Berawal dari kicauan manajer NBA di media social twitter tentang dukungannya terhadap demonstran anti – pemerintah di Hongkong. Pemerintah China langsung bereaksi atas pernyataan tersebut dan jaringan televisi China CCTV langsung melakukan penagguhan siaran pertandingan NBA di China.

Walaupun komisaris NBA Silver Adam telah meminta maaf atas tweet Daryl Morey tersebut, tetapi Pemerintah China masih merasa belum puas. Belum lagi mereda insiden internasional yang melibatkan politik kedua negara, administrasi Trump kembali memasukan 28 perusahaan China yang melakukan hubungan dagang dengan perusahaan Amerika Serikat dalam daftar hitam.

Perusahaan perusahan China tersebut di Black List karena alasan masalah Hak Asasi Manusia. Pemerintah Trump mengecam pelanggaran HAM di China atas penahanan kaum minoritas di Xinjiang dan tentunya ini akan memicu terjadinya balasan oleh Pemerintah Xi Jinping. Pelaku pasar saat ini sedang menunggu perkembangan dan aksi balasan dari pemerintah China atas insiden internasional yang tentunya menambah resiko ketidakpastian bagi pelaku pasar.

Perluasan neraca keuangan The Fed yang direncanakan oleh ketua The Fed Jerome Powell tentunya akan memicu pelemahan US Dollar, mengingat pengurangan neraca The Fed sejak 2 tahun lalu menyebabkan kecaman oleh Presiden Trump. Walaupun Jerome Powell dalam pidaronya di Denver tadi malam menyatakan bahwa perluasan neraca The Fed bukan QE tetapi ini merupakan suatu upaya The Fed untuk menahan resiko atas terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Melemahnya data PPI Amerika Serikat semalam tentunya memberikan signal kuat bahwa laju tingkat inflasi Amerika Serikat kembali melemah. Konfirmasi pelemahan laju tingkat inflasi akan diberikan saat data CPI Amerika Serikat dirilis esok hari, kamis 10 oktober 2019. Pelemahan US Dollar dapat terjadi pada hari ini mengingat adanya insiden internasional yang terjadi dan memburuknya data ekonomi Amerika Serikat , akan membuat harga emas berpeluang ke level harga $1520/ troyounce dengan alternative koreksi pada level harga $1493/ troyounce.

Trading Plan :

Buy Limit 1493 – 1501 dengan target 1520 - 1531

Gold Timeframe Daily

gold 9 okt 2019.png

Fundamental bukanlah teknikal yang dapat berubah dalam hitungan jam bahkan menit, tetapi fundamental merupakan suatu gambaran besar atas pandangan kedepan yang dapat terjadi dalam rentang waktu yang lebih panjang.

 

Menyerupai

Berita terbaru

AUDUSD Kembali Terpukul Turun

Pasangan mata uang AUDUSD pada perdagangan pekan ini kembali tidak berdaya, setelah pada pagi ini dihantam data ekonomi yang mengecewakan…

aud

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Buku Forex Pemula

Beginner Forex Book akan memandu Anda mengarungi dunia trading.

Buku Forex Pemula

Hal yang sangat penting untuk memulai trading
Masukkan e-mail Anda, dan kami akan mengirimkan buku panduan Forex gratis

Terima kasih!

Kami telah mengirim email tautan khusus ke e-mail Anda.
Klik link untuk mengkonfirmasi alamat Anda dan dapatkan panduan Forex untuk pemula secara gratis.

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera